7 Tips Meningkatkan Kualitas Power Kehidupan Manusia

JUMAT, 23 JUNI, 2023

7 Tips Meningkatkan Kualitas Power Kehidupan Manusia

Setiap hari, manusia pasti mempunyai aktivitas atau rutinitas tertentu yang ia kerjakan. Kehidupan seorang karyawan di Jakarta misalnya, diawali dengan bangun pagi, bersih diri, beribadah pagi (bagi yang muslim), lalu bergegas datang ke kantor tempat ia bekerja.

Sesampainya ia di kantor, mereka akan menjalankan peran dan tugasnya masing-masing sebagai karyawan kantor tersebut. Saat tiba waktu sore atau malam, mereka kemudian bersiap untuk pulang ke rumah, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi publik.

Ketika tiba di rumah, mayoritas dari mereka sudah terlalu lelah untuk sekadar bercengkrama dengan keluarga yang sudah lama menunggunya di rumah, entah itu istri, suami, atau anak. Mereka memilih bergegas untuk segera istirahat dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja keesokan paginya. Begitulah siklus yang sering kali terjadi pada manusia di era sekarang.

Jika ditelisik, tentu ada beberapa penyebab yang membuat kita begitu mudah lelah dan terkuras energinya. Akan tetapi, sadarkah kita bahwa stamina dan daya tahan kita sebenarnya bisa dilatih dan ditingkatkan. Dalam bahasa David Hawkins, ia membagi dua jenis energi dalam diri manusia, yakni sesuatu yang memberi kekuatan (power) dan sesuatu yang melemahkan (force). Dua hal ini, sebut Hawkins, adalah faktor utama yang mempengaruhi perilaku manusia.

Dalam sebuah percakapan acak di sore hari dengan Coach Indra Hanjaya, Founder Panca Olah Institute, penulis bertanya apa rahasia ia bisa selalu tampil prima dengan segala aktivitas yang dijalani di setiap harinya.

Setidaknya ada 7 tips yang Coach Jaya berikan sebagai bekal bagi kita untuk mengarungi kehidupan sehari-hari dengan kualitas power yang baik dan stabil. Ketujuh tips ini tentu saling berhubungan dan perlu dimaksimalkan satu dengan yang lainnya.

1. Sadar Nafas

Sadar Nafas

Sering tidak kita sadari bahwa salah satu anugerah paling besar yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia ialah kemampuan untuk bernafas. Karena perputaran antara nafas masuk dan keluar itulah kita bisa terus hidup di dunia ini. Bayangkan jika kita disuruh membayar setiap hembusan nafas yang sering kita lalaikan itu. Tentu kemungkinan besar kita tidak akan mampu membayarnya, sebesar apa pun nominal materi yang kita miliki.

Kesadaran akan nafas inilah yang jika mampu kita optimalkan akan menjadi kekuatan besar bagi hidup kita. Mereka yang menyadari setiap nafas yang keluar masuk merupakan orang yang telah belajar mengenal dirinya lebih jauh. Coach Jaya sendiri pernah menyampaikan bahwa nafas adalah gerbang untuk masuk kepada kesadaran yang lebih dalam.

Artinya, dengan sadar akan nafas secara implisit hal ini juga mengandung makna bahwa kita belajar sadar akan diri kita, sadar akan relasi dengan sesama manusia, dan sadar mengenai hubungan kita dengan alam semesta. Integrasi antara poin-poin tersebut menuju harmoni yang seimbang itulah yang akan memompa kekuatan besar dalam diri kita yang masih tertidur sampai hari ini.

2. Motivasi

Motivasi

Berbicara mengenai motivasi, setiap orang tentu memiliki alasan dan latar belakang mengapa mereka begitu kuat memperjuangkan hal-hal yang diyakininya, baik dalam segi pendidikan, karier, bisnis, dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, rasanya kita perlu mengidentifikasi lebih jauh apa yang sebenarnya menjadi motivasi utama kita dalam menjalani kehidupan ini, serta dinamika yang mewarnainya. Setidaknya ada dua macam motivasi, yakni motivasi eksternal dan motivasi internal. Motivasi eksternal merupakan beragam aspek di luar diri kita, seperti orang tua, guru, istri atau suami, anak, persahabatan, komunitas, hingga rasa welas asih terhadap orang lain.

Sedangkan, motivasi internal adalah dorongan kuat yang berasal dari dalam diri kita. Dorongan itu muncul karena ada gairah dan semangat yang menggebu untuk meraih sesuatu yang berharga. Sayangnya, dorongan dalam diri inilah yang mayoritas manusia belum optimalkan, sehingga begitu mereka kehilangan motivasi eksternal, tak jarang kita temukan seseorang menyerah atau kehilangan arah begitu saja.

3. Tanggung Jawab

Tanggung Jawab

Kehadiran manusia ke muka bumi sudah pasti mengandung makna bahwa terdapat peran yang harus diemban olehnya. Tidak ada satu pun penciptaan yang bersifat sia-sia. Itulah penegasan dari Tuhan. Atas dasar itulah, manusia kemudian mengenal apa yang disebut sebagai tanggung jawab.

Lingkup dan cakupan tanggung jawab ini pun kemudian beragam. Satu orang bisa jadi mengemban berbagai tanggung jawab. Sebagai contoh, seorang laki-laki dewasa yang telah berumah tangga dan bekerja secara tidak langsung berperan sebagai suami, ayah, menantu, karyawan, kolega, hingga kepala keluarga dalam sebuah tatanan masyarakat.

Menjalani tanggung jawab secara baik dalam setiap peran yang kita miliki juga menjadi salah satu komponen yang akan memberikan kekuatan dalam kehidupan yang kita jalani. Dengan bertanggung jawab atas sebuah peran dalam hidup, secara tidak langsung hal itu juga akan memberi dampak baik terhadap lingkungan di mana kita tinggal dan terlibat di dalamnya.

4. Terhubung dengan Master

Terhubung dengan Master

Kehidupan di dunia yang kita jalani saat ini bukanlah tahap terakhir dari rangkaian panjang sejak kita berada di alam ruh. Artinya, kita bukan hanya makhluk fisik yang diberi nama lahir oleh kedua orang tua kita. Lebih jauh, hakikatnya kita adalah makhluk spiritual yang diberi kemampuan untuk mengalami pengalaman ruhaniah.

Oleh sebab itu, setiap orang memerlukan seorang mentor/pembimbing yang mengerti serta memahami kondisi lahir maupun batin dari muridnya. Dalam ilmu tasawuf, ia disebut sebagai mursyid. Mereka adalah orang yang telah memiliki jam terbang spiritual tinggi dan telah terkualifikasi sebagai pewaris ajaran nabi dan wali terdahulu.

Keterhubungan dengan sang mursyid atau master dalam aspek spiritual ini adalah kunci penting bagi manusia untuk meningkatkan kualitas power dalam kehidupan yang ia jalani. Saat kita terhubung dengan seorang master, maka di situlah terjadi proses transfer energi dari sang master kepada kita sebagai muridnya. Spirit itulah yang pada nantinya akan terus memompa kekuatan dalam diri manusia untuk terus bergerak dan berbuat baik dalam hidup.

5. Terhubung dengan Alam Semesta

Terhubung dengan Alam Semesta

Tak hanya kepada seorang master, aspek penting yang juga harus dimiliki manusia yang ingin meningkatkan kualitas power dalam hidupnya ialah memiliki keterhubungan dengan alam semesta. Makna terhubung dengan alam semesta di sini ialah selaras dengan gerak dan ritme alam. Hal itu juga mengandung makna bahwa kita harus menjaga alam sebaik mungkin.

Keterhubungan dengan alam ini bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti merutinkan waktu untuk berkunjung ke alam bebas sambil berlatih meditasi. Atau cara yang lebih sederhana misalkan dengan melakukan grounding (berjalan tanpa alas kaki) setiap pagi saat mengawali hari di sekitar rumah.

Menjaga hubungan dengan alam adalah bagian dari upaya untuk menjadi manusia yang harmoni. Sebagaimana piramida segitiga yang pernah disampaikan oleh Coach Jaya dalam berbagai kesempatan, bahwa kualitas hubungan manusia dengan alam adalah faktor yang akan menjadi penentu atas bagaimana kualitas hidup yang kita jalani di samping relasi manusia dengan Tuhan serta relasi manusia dengan sesamanya

6. Menebar Manfaat/Kontribusi

Menebar Manfaat

Setiap manusia tentu memiliki misi dalam hidupnya, dan bisa dipastikan bahwa misi setiap orang berbeda antara satu dengan lainnya. Misi itu kemudian diterjemahkan dalam cita-cita yang ingin direngkuh dalam hidupnya. Ada yang bercita-cita untuk menjadi dokter agar bisa membantu orang-orang yang sakit secara medis. Di luar itu, ada pula yang berkeinginan untuk bisa menjadi guru, arsitek, pengacara, hakim, dan banyak lainnya.

Akan tetapi, pernahkah kita berpikir bahwa terdapat sebuah misi universal yang sejatinya telah diajarkan oleh berbagai aliran agama dan kepercayaan yang tumbuh di dunia. Dalam bahasa Islam, ada seruan yang berbunyi khoirunnas anfauhum linnas. Bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat kepada manusia lainnya. Sistem filsafat Jawa mengenal isitilah urip iku urup. Bahwa sejatinya hidup bertujuan untuk menebar manfaat kepada orang lain.

Kontribusi yang kita berikan kepada sesama manusia atau bahkan terhadap alam semesta raya ini biasanya akan memberikan satu kondisi kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa dibeli dengan cara apa pun. Karena ia adalah fitrah dan suara yang berasal dari dalam diri, yang mana dengan melakukan itu tentu power kehidupan kita akan otomatis bertambah kuat setiap waktu.

7. Konsisten dan Disiplin

Konsisten dan Disiplin

Terakhir namun tak kalah pentingnya, poin penting yang akan meningkatkan kualitas power kehidupan kita sebagai manusia ialah konsistensi dan sikap disiplin yang kita semai dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Baik dalam proses beribadah, menempuh pendidikan, menjalani pekerjaan, merintis bisnis, serta berbagai tujuan lainnya.

Hanya dengan rasa disiplin dan konsistensi yang tinggi itulah kita mampu merengkuh apa-apa yang menjadi tujuan dan cita-cita kita dalam hidup di dunia ini. Bahkan Nabi Muhammad pun telah memberikan kisi-kisi mengenai arti penting dari sikap konsisten itu sendiri.

Dalam salah satu hadis, beliau menyebutkan bahwa al-istiqomah khoirun min alfi karoomah. Artinya konsistensi itu seribu kali lipat lebih baik ketimbang karomah. Dari potongan hadis ini, kita bisa menarik makna bahwa kebiasaan dan aktivitas yang dilakukan secara kontinyu dalam jangka panjang memiliki dampak yang lebih baik daripada satu aktivitas baik dengan bobot yang begitu besar, namun dilakukan sesekali saja dan tidak konsisten.


Leave a Reply