6 Tips Utama Bagi Orang Tua untuk Mendampingi Anak dalam Beribadah

SABTU, 7 MEI, 2022

6 Tips Utama Bagi Orang Tua untuk Mendampingi Anak dalam Beribadah

Dalam proses tumbuh dan berkembang anak, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi dan membersamai hal-hal berkaitan dengan beragam aspek kehidupan sang anak, tak terkecuali dalam proses beribadah sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual setiap orang.

Tentu hal ini diperlukan sebagai ikhtiar untuk membantu anak memahami esensi dan tujuan dari ibadah yang dilakukan. Pendidikan agama yang tepat akan menjadi bekal penting bagi anak ketika dewasa nanti, sehingga mereka tidak akan kehilangan arah dalam menghadapi setiap problem kehidupan.

Terdapat setidaknya enam tips utama bagi orang tua dalam mendampingi anak beribadah, di antaranya:

1. Kenalkan Iman Terlebih Dahulu

Tips Mendampingi Anak Beribadah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai persoalan-persoalan dalam beribadah, hal pertama yang perlu dikenalkan orang tua kepada anak ialah mengenai iman kepada Allah Swt. Boleh dibilang, iman ialah pondasi utama dalam keseluruhan pendidikan keagamaan yang diajarkan di lembaga pendidikan keagamaan di luar sana.

Proses pengenalan dan penanaman iman ini bisa dilakukan dengan mengajarkan kepada anak bagaimana kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang terbentang di seluruh penjuru alam semesta, serta merenungi begitu besarnya kenikmatan yang dihamparkan oleh-Nya di bumi tempat manusia tinggal dan hidup.

Didikan mengenai tauhid ini idealnya dimulai sejak kecil, sebagaimana pola pendidikan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw kepada para sahabatnya dulu. Salah satu sabda Nabi yang bisa dijadikan rujukan dalam hal ini ialah:

"Dahulu kami telah bersama nabi sejak kami masih remaja mendekati usia balig. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur'an dan kemudian kami mempelajari Al-Qur'an sehingga iman kami bertambah dengan mempelajari Al-Qur'an tersebut." (HR. Ibnu Majah).

2. Mengajak Anak untuk Cinta kepada Allah

Tips Mendampingi Anak Beribadah

Setelah iman ditancapkan dalam diri seorang anak, hal selanjutnya yang perlu dilakukan ialah memberikan gambaran atau citra Tuhan yang tepat dan sesuai. Dalam hal ini, model yang tepat ialah menampilkan atau menonjolkan betapa Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Mencintai.

Dengan konstruksi gambaran seperti itu, anak akan lebih mudah untuk mencintai Allah dan para kekasih-Nya yang tersebar di seluruh penjuru bumi. Syafaatun Almirzanah dalam buku berjudul Ketika Umat Beriman Mencipta Tuhan menemukan bahwa perilaku orang yang menyifati Tuhan dengan atribusi-atribusi baik dan positif (seperti Maha Pencinta) berkolerasi dengan perbuatan baik dan positif dalam kehidupan sehari-hari orang tersebut.

Sebaliknya, penyematan atribut yang bersifat negatif tentang Tuhan (misal: Maha Pemarah) akan berdampak pada perilaku kurang baik yang ditampilkan seseorang dalam kehidupan sehari-harinya.

Jika rasa cinta kepada Allah telah hadir dalam diri anak, maka ia akan lebih optimis, bersyukur, dan lebih termotivasi dalam beribadah. Hal ini berbanding terbalik jika kita menakut-nakuti anak dengan kemurkaan allah, karena yang demikian itu akan membuat anak mudah merasa putus asa dan terpuruk dengan rasa bersalah.

3. Menunjukkan Kasih Sayang kepada Anak

Tips Mendampingi Anak Beribadah

Orang tua wajib menunjukkan kasih sayang kepada anak. Hal ini perlu dilakukan sebagai teladan bagi seorang anak dalam memahami konsep kasih sayang Allah kepada makhluk ciptaan-Nya.

Menjadi hal yang aneh kemudian jika orang tua memperkenalkan kasih sayang Allah, tetapi anak tidak dapat melihat dan meneladani kasih sayang tersebut dari orang tua. Rasulullah saw pernah bersabda: "Barang siapa yang tidak menyayangi, niscaya dia tidak akan disayangi." (HR. Muslim).

Contoh aplikasi dari bentuk kasih sayang yang diberikan orang tua kepada anak di antaranya ialah dengan menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan bersama, memberikan pelukan hangat kepada anak, menyajikan makanan favorit anak, mendengarkan saat anak berbicara, meminta pendapat sang anak, dan lain sejenisnya.

4. Jadilah Role Model

Tips Mendampingi Anak Beribadah

Teladan yang baik merupakan sebaik-baiknya pendidikan bagi seorang anak. Dalam konteks beribadah, orang tua perlu menciptakan suasana yang nyaman dan enak bagi anak untuk menjalankan ibadah.

Percuma jika kita mengajarkan pentingnya shalat kepada anak, namun orang tua sendiri masih suka meninggalkannya. Akan menjadi hal yang sia-sia saat orang tua mengajarkan anak untuk mengontrol amarah, namun di sisi lain sang orang tua masih suka melampiaskan amarah dengan berteriak-teriak di hadapan anak.

Dengan menjadi role model, penghargaan anak kepada orang tua juga akan lebih baik, karena pendidikan yang ia terima bukan sekadar berdasar teori belaka, melainkan praktik yang telah diajarkan oleh orang tua.

5. Hindari Konsep Transaksional dalam Tahap Awal

Tips Mendampingi Anak Beribadah

Dalam mengajarkan ibadah kepada anak, sebisa mungkin menghindari untuk memberitahukan perihal imbalan kepada anak di awal proses pendampingan beribadah, seperti dengan mengatakan: "Kalau adik puasanya bisa penuh selama sebulan, nanti akan ayah belikan tas sekolah baru."

Jika ingin memberikan imbalan, akan lebih baik jika hal itu diberikan di akhir tanpa memberitahukannya terlebih dahulu kepada sang anak. Tak lupa, saat memberikan apresiasi melalui hadiah tersebut, penting juga bagi orang tua untuk menekankan bahwa hadiah tersebut juga merupakan rezeki dari Allah Swt.

6. Bersikap Sabar

Tips Mendampingi Anak Beribadah

Pada saat membiasakan anak untuk beribadah, orang tua perlu bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam memaksakan hasil ibadah dari anak. Mengajarkan ibadah memang perlu dilakukan sejak dini agar proses pendidikan dapat dilakukan secara bertahap.

Allah sendiri menekankan pentingnya memiliki kesabaran dalam beribadah pada salah satu firmannya yang berbunyi:

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaha: 132).


Leave a Reply