Lawan Kekerasan Seksual yang Semakin Marak Terjadi, PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gandeng Panca Olah Institute Berikan Pelatihan Intensif untuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tingkat Universitas

SENIN, 6 MEI, 2024

Lawan Kekerasan Seksual yang Semakin Marak Terjadi, PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gandeng Panca Olah Institute Berikan Pelatihan Intensif untuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tingkat Universitas

PancaOlah.com – Akhir pekan pertama di bulan Mei lalu, Panca Olah Institute memenuhi undangan dari Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangkaian kegiatan bertajuk pelatihan dan pembekalan bagi satuan tugas (satgas) terpilih yang akan menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang terjadi di seantero universitas.

Satu hari sebelumnya, PSGA UIN Malang selaku penyelenggara utama rangkaian kegiatan ini juga mengadakan seminar nasional bertajuk "Diseminasi Kajian Kebijakan Mitigasi Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri" yang menghadirkan pembicara nasional dari disiplin ilmu yang relevan, seperti Prof. Alimatul Qibtiyah, Ph.D., Dr. Istiadah, M.A., dan Umi Muzayanah, M.Pd.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Tak hanya itu, pada seminar ini pula dilakukan pelantikan serta pengukuhan para anggota terpilih yang menjadi satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di bawah yuridksi kepemimpinan oleh PSGA UIN Malang. Mahasiswa yang terpilih pun berasal dari beragam jurusan dan fakultas yang ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pasca kegiatan seminar, tim satgas kemudian mengikuti pelatihan intensif bersama dengan Panca Olah Institute dengan tema Healing Empowerment Program selama dua hari sejak tanggal 04 hingga 05 Mei 2024. Pelatihan diadakan di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggandeng pihak Ma'had Sunan Ampel Al-Aly.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Proses penandatangan kerja sama yang telah disepakati antara pihak PSGA UIN Malang dengan Panca Olah Institute dilakukan sebelum pelatihan dilakukan. Hal ini menjadi penguat antara kedua belah pihak untuk saling berkomitmen dan mendukung dalam upaya bersama untuk melawan kekerasan seksual serta penaganan isu kesehatan mental lainnya.

Dalam sambutan yang diberikan, Dr. Istiadah, M.A. mengemukakan pentingnya melahirkan manusia yang mempunyai watak manusiawi di era sekarang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas inisiasi gerakan bertajuk Mental Health and Spiritual Care oleh Panca Olah Institute, yang mana melalui program ini ia berani menjadi pelopor atas terselenggaranya pelatihan satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam lingkup UIN se-Indonesia.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Tak lupa, ia juga menyampaikan pondasi penting yang perlu dikuatkan kembali kepada para mahasiswa UIN Malang karena seiring berjalannya waktu terlihat memudar. Keempat pondasi itu menurut Istiadah ialah kekokohan akidah dan kedalaman spiritual; keagungan akhlak; keluasan ilmu; dan kematangan profesional. Dengan dasar inilah akan terwujud ulama yang intelek atau intelek yang ulama di masa depan.

Pada sesi pelatihan yang diadakan selama dua hari satu malam tersebut, Coach Jaya menjadi pelatih utama yang membimbing proses yang diikuti oleh para satgas terpilih. Mengawali sesi di hari pertama, pria yang telah malang melintang dalam dunia pemberdayaan diri tersebut mengajak para peserta untuk melakukan screening terlebih dahulu terkait kondisi dan gejolak emosi yang sedang dirasakan saat ini.

Proses screening ini menjadi langkah penting bagi para setiap anggota satgas untuk selesai terhadap dirinya sendiri sebelum mereka terjun dan terlibat langsung ke masyarakat. Pada sesi pertama itu, Coach Jaya memberi arahan bagaimana setiap individu bisa melepaskan diri dari sampah jiwa dan mental block yang menghambat proses pertumbuhan dalam kehidupan sehari-hari yang dijalani.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Sosok yang juga merupakan Spiritual Life Coach itu juga mengingatkan kehidupan dunia pasca pandemi yang memiliki tiga tantangan besar, yakni kedaulatan pangan, kesehatan mental manusia, serta perang dunia ketiga yang telah menunjukkan gejala-gejalanya beberapa waktu belakangan ini.

Berbagai riset terbaru, misalnya, menunjukkan begitu gentingnya persoalan kesehatan mental secara nasional maupun global. Dari perspektif global, survei World Population Review telah menghasilkan kesimpulan bahwa masalah kesehatan mental menjadi hal yang paling dikhawatirkan. Adapun dari perspektif nasional, Kementerian Kesehatan juga menyampaikan temuannya mengenai kasus bunuh diri yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Oleh karena itu, Coach Jaya dalam paparannya mengajak peserta yang hadir untuk berupaya menjadi pribadi yang sehat mental dan layak secara spiritual. "Langkah dasar yang perlu dilakukan ialah dengan mengolah diri, jernihkan pikiran, menata hati, serta sempurnakan takdir Ilahi," ungkap Founder Panca Olah Institute tersebut.

Sebagai penguat, ia juga mewedar bagaimana perbedaan antara agama (baca: religiusitas) dengan spiritualitas, serta di mana posisi penting kesadaran di antara dua hal itu. Memahami beberapa hal di atas menjadi penting, agar kita tidak salah dalam menjalankan ritual-ritual keagamaan, tanpa mencoba menggali apa esensi dari agama itu sendiri.

Pada malam harinya (04/05), Cocah Jaya membimbing para peserta yang hadir untuk melakukan sesi praktik penyembuhan kuantum (quantum healing). Dalam prosesnya, penyembuhan kuantum merupakan bentuk penyembuhan spontan yang bermanifestasi sebagai akibat dari pergeseran kesadaran manusia.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

"Hidup adalah perayaan syukur dan suka cita," ujar Coach Jaya yang kemudian diikuti oleh para peserta yang hadir. Program dan afirmasi positif ini dilakukan agar kita tidak memaknai apa saja yang terjadi dalam hidup ini sebagai hal yang negatif semata.

Praktik penyembuhan diri ini bertujuan untuk merilis emosi, sampah kejiwaan, serta gejolak lainnya dalam diri berupa trauma, rasa takut, dan beragam emosi negatif lainnya yang selama ini hanya terpendam dan menjadi beban bagi setiap individu. Setelah itu, peserta juga diajak untuk latihan praktis mendeteksi emosi, mencintai diri sendiri, serta melakukan program diri bagi masa depan yang lebih baik.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Menginjak hari kedua, sesi pagi dilanjutkan dengan bersinergi dengan alam melalui praktik berjalan kaki tanpa alas (seperti sandal atau sepatu). Praktik bernama grounding ini berguna untuk mengaktifkan kembali sensor alam yang telah ada dalam diri setiap manusia. Saat tiba di lapangan area dalam UIN Malang, Coach Jaya juga memberikan beberapa latihan praktis untuk mengolah raga dan terhubung ke dalam diri sendiri melalui alam semesta.

Hubungan yang baik dengan alam menjadi penting karena membangun koneksi spiritual menurut Coach Jaya terdiri dari tiga aspek penting, yakni dengan memelihara relasi dengan Tuhan, relasi dengan sesama manusia, dan relasi dengan alam.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Tak lupa, tiga keterampilan mendasar juga disampaikan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan secara umum, yakni dengan menyadari, menghargai, dan mensyukuri segala peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia.

Hari kedua merupakan waktu di mana peserta diajak untuk lebih banyak berlatih dalam proses memberdayakan diri sendiri sebelum kelak mereka akan membantu orang lain berdaya sebagai satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Satu tahapan penting yang harus dilakukan ialah dengan meningkatkan level energi dalam diri. Upaya ini bisa dilakukan dengan memetakan kekuatan dan kelemahan diri sendiri, menjawab tiga pertanyaan penting dalam hidup, serta mengaktualisasikan diri dengan metode Panca Olah secara teori maupun praktis.

Dengan cara itulah setiap manusia bisa menjelma menjadi pribadi yang holistik, yakni mereka yang mampu menyinergikan aspek pikiran, tubuh, jiwa, dan ruh dalam hidupnya. Terakhir, namun tak kalah pentingnya ialah bagaimana sebagai anggota satgas terpilih peserta yang hadir bisa menjalankan proses yang berdampak dalam ikhtiar yang dijalankannya.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Aspek terakhir ini membutuhkan keberlanjutan dalam proses pelatihan yang dijalankan. Oleh karenanya, di akhir sesi hari kedua, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan menjalankan rencana tindak lanjut masing-masing sesuai kesepakatan dan peran yang telah diemban masing-masing.

Sebelum sesi ditutup secara resmi, Dr. Istiadah selaku Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan rasa terima kasih kepada Panca Olah Institute telah berkenan untuk membersamai proses pelatihan untuk anggota satgas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup universitas.

Healing Empowerment PSGA UIN Malang

Ia mengemukakan bahwa selama masa hidupnya, rangkaian pelatihan ini merupakan pelatihan paling komprehensif dari berbagai pelatihan yang pernah ia temui dan ikuti, karena ia tidak hanya berisi olah pikir saja, melainkan juga olah hati, olah raga, olah rasa, dan berbagai aspek lainnya.

Sementara itu, Sri Herlina juga mewakili Panca Olah Institute juga menyampaikan rasa terima kasihnya telah diberi kepercayaan untuk membersamai peserta dalam pelatihan satuan tugas di bawah PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut. Tak lupa, komitmen Panca Olah Institute dalam menemani proses pasca program juga disampaikan sebagai bentuk serius dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang terjadi.


Leave a Reply