Gelar Sarasehan Selasa Kliwonan, Panca Olah Institute Ajak Para Pemuda Peduli Isu Kesehatan Mental

SELASA, 11 OKTOBER, 2022

Gelar Sarasehan Selasa Kliwonan, Panca Olah Institute Ajak Para Pemuda Peduli Isu Kesehatan Mental

PancaOlah.com- Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022, Panca Olah Institute mengadakan Sarasehan Selasa Kliwonan dengan tema "Psikologi dan Pendidikan dalam Upaya Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda Indonesia" pada Senin, 10 Oktober 2022.

Tak kurang dari tiga puluh peserta yang berasal dari beragam Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Sidoarjo hadir dan meramaikan acara yang berlokasi di Kantor Panca Olah Institute Pondok Jati tersebut.

Semesta pun seakan ikut mendukung launching perdana kegiatan Sarasehan Selasa Kliwonan yang rencananya akan diadakan secara rutin tiap bulan sekali itu. Momen kegiatan itu bertepatan dengan bulan purnama, malam anggoro kasih (malam penuh kasih sayang) menurut budaya Jawa, serta bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad dari segi ajaran Islam.

Sarasehan Selasa Kliwon

Pada sambutannya, Coach Indra Hanjaya selaku Founder Panca Olah Institute menyampaikan bahwa Sarasehan Selasa Kliwonan merupakan program yang bertujuan untuk melestarikan dan menghidupkan warisan pemikiran, ajaran, dan gerakan tokoh-tokoh Nusantara.

Sarasehan Selasa Kliwonan sendiri dalam catatan sejarah merupakan agenda rutinan yang diinisasi oleh Ki Ageng Suryomentaram dan Ki Hajar Dewantara bersama beberapa rekan mereka sebagai forum untuk diskusi mengenai beragam hal (sosial, budaya, pendidikan, kerakyatan, dan sebagainya) yang menjadi isu bersama pada masa itu.

Ada setidaknya tiga hal yang menjadi tujuan dibuatnya Sarasehan Selasa Kliwonan oleh Ki Ageng dan Ki Hajar, yakni membahagiakan diri sendiri (memayu hayuning salira), membahagiakan bangsa (memayu hayuning bangsa), dan membahagiakan sesama manusia (memayu hayuning manungsa)

Sarasehan Selasa Kliwon

Akan tetapi, kehadiran Sarasehan Selasa Kliwonan di Sidoarjo ini tidak sebatas bertujuan itu. Ia juga hadir sebagai wadah bagi para pemuda, utamanya mereka yang aktif di organisasi kepemudaan, untuk saling berkolaborasi dan bersinergi dalam berpartisipasi dalam membuat program-program yang berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Sidoarjo.

Ketua RW 06 Pondok Jati, Pak Tri, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan wilayah di mana Kantor Panca Olah Institute berada di dalamnya juga turut mendukung penuh kegiatan Sarasehan Selasa Kliwonan yang bertujuan baik dan positif itu.

Pada sesi utama Sarasehan Selasa Kliwonan yang dipandu oleh Coach Jaya secara langsung, ia mengajak para pemuda yang hadir untuk melakukan refleksi mengenai beberapa hal. Apakah kita sudah bahagia? Apa perbedaan senang dan bahagia? Mana yang lebih menakutkan, dunia saat pandemi atau pasca pandemi? Dunia atau manusia yang sebenarnya berubah?

Sarasehan Selasa Kliwon

Pertanyaan-pertanyaan reflektif sekaligus kritis itu kemudian dielaborasi bersama para peserta secara asyik dan interaktif. Jawaban yang muncul dari para peserta pun beragam. Gelak tawa, ekspresi serius penuh fokus, hingga rasa tangis dan haru mewarnai program Sarasehan Selasa Kliwonan tersebut.

"Salah satu pertanyaan yang sering membuat klien yang pernah saya tangani menangis dan haru ialah ketika saya bertanya sudahkah Anda bahagia hari ini," ujar Coach Jaya.

Sepele memang pertanyaannya, namun di dalamnya terkandung makna dan pesan yang begitu dalam. Oleh karena itu, dalam Sarasehan Selasa Kliwon kemarin, Coach Jaya juga mengurai dasar-dasar dari ilmu bahagia (kawruh begja) yang digagas oleh Ki Ageng Suryomentaram.

Sarasehan Selasa Kliwonan

Ki Ageng Suryomentaram ialah tokoh keturunan bangsawan, lebih tepatnya putra dari Sultan Hamengkubuwana VII, yang memilih untuk keluar dari istana dan mendalami spritualitas, khususnya yang berkaitan dengan kejawaan.

"Bahagia itu berasal dari dalam diri. Kita perlu membenahi apa yang ada dalam diri kita terlebih dahulu sebelum memikirkan apa yang ada di luar diri. Oleh karena itu, kita perlu melihat ke dalam diri kita dahulu, karena sebenarnya semuanya sejatinya sudah ada dalam diri kita," tambah Coach Jaya.

Coach Jaya juga mengutarakan pentingnya perhatian terhadap isu-isu kesehatan mental yang sedang marak di kalangan masyarakat. Hal ini berkaca dari pengalamannya sebagai seorang coach dan terapis yang telah menangani dan mendampingi begitu banyak orang dalam menghadapi problem kesehatan mental, dari yang bersifat ringan hingga berat.

Sarasehan Selasa Kliwon

Sebelum sesi inti Sarasehan Selasa Kliwonan berakhir, Coach Jaya yang juga merupakan seorang Spiritual Life Coach dengan senang hati membagikan sedikit praktik dan aplikasi dari proses penyembuhan diri untuk kesehatan mental yang dikemas dalam bentuk terapi bertajuk Panca Olah Healing Therapy.

"Kita perlu menyadari, mensyukuri, dan menghargai apa pun yang terjadi dalam hidup kita. Tiga hal ini menjadi kunci penting untuk terciptanya rasa tenang dan bahagia dalam diri kita," pungkas Coach Jaya.

Sarasehan Selasa Kliwon

Mengakhiri rangkaian Sarasehan Selasa Kliwonan, para peserta kemudian dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang kemudian membagikan hasil diskusinya untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah aksi konkret (action plan) dalam menghidupkan ruang-ruang dan gerakan kepemudaan untuk menyikapi fenomena dan isu yang ada di Kabupaten Sidoarjo.


Leave a Reply